Informasi Dunia Islami

Minggu, 04 Desember 2016

Buang Angin dari Vagina, Batalkah Wudhunya?

x

x
Buang angin tak pilih-pilih tempat dan kondisi. Buang angin ditempat
umum memang membuat masalah sendiri, karena meninggalkan bekas, yakni bunyi dan bau  yang membuat “polusi udara” dan tak nyaman orang-orang disekitarnya, rasa malu pun kerap menyergap.

Buang Angin dari Vagina, Batalkah Wudhunya?


Namun bagaimana jika buang angin itu dalam keadaan Shalat? Tentu jawabannya sangat mudah, yakni buang angin yang bersuara atau tidak serta bau atau tidak. Jika yang buang angin tersebut sudah merasakan kehadirannya maka hal ini membatalkan shalat dan tentu harus wudhu kembali.

Tapi bagaimana jika buang angin itu keluar dari kemaluan wanita atau sering disebut flatus vaginalis atau vaginal flatulence, atau sering disebut buang angin ‘depan’ yang biasanya dialami oleh wanita yang sudah bersuami ataupun pernah melahirkan.

Dari segi kesehatan, buang angin yang demikian ini berbeda dengan buang angin pada umumnya, karena biasanya buang angin dari vagina ini tidak berbau, namun jika berbau maka hal ini akan menimbulkan masalah yang serius.

ondisi yang demikian ini biasanya terjadi ketika sedang atau setelah berhubungan seksual. Lalu, keadaannya seperti apa hingga angin ini bisa keluar? Yakni saat sedang merentangkan paha, posisi sujud yang kurang benar dan banyak hal lainnya.

Tapi bagaimana wanita yang masih gadis, apakah buang angin seperti ini bisa terjadi? Bisa saja terjadi dalam kondisi tertentu, dan keadaan yang tak biasa ini memang bisa ditanyakan langsung secara medis oleh dokter.

Apakah buang angin semacam ini membatalkan shalat? Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin mengatakan: “Yang demikian ini tidak membatalkan wudhu, karena angin tersebut tidak keluar dari tempat najis seperti angin yang keluar dari dubur,”. (Fatawa wa rasail Syaikh ibn Utsaimin (4/197)).

Dari sini bisa disimpulkan jika secara fikih hukum wanita, keluar angin dari vagina ini tidaklah membatalkan wudhu dan shalat.  Namun masih juga ada beberapa pihak yang menyatakan, apapun yang keluar dari vagina atau dubur masih diberdebatkan keabsahannya. Ada beberapa cara untuk meredam kebiasaan buang angin lewat vagina ini seperti:

1.Biasakan membasuh kemaluan dengan sempurna setiap buang air besar dan kecil atau saat mandi junub.

2.Berdehem selepas buang air kecil

3.Mengelap vagina hingga bersih dan menutupnya dengan tisu/pembalut tipis kemudian memakai celana dalam.

4.Saat menjalankan shalat dan wudhu menggunakan celana dalam (karena ada beberapa orang dengan kemantapan tertentu untuk menanggalkan celana dalam saat wudhu dan shalat).

Sahabat Ummi, terkadang wanita selalu ragu-ragu apakah kentut atau tidak dalam shalatnya hingga tidak membuat khusuk. Maka sebaiknya mantapkan hati untuk menjalankan shalat dengan khusuk dengan menghilangkan segala keragu-raguan yang menyergap.

 Jika merasa tak tenang, maka sebaiknya membatalkan dan pergi berwudhu saat merasa benar-benar kentut.  Namun jika meragukan, maka mantapkan hati untuk menyelesaikan shalat, karena was-was bisa jadi datangnya dari syetan. Kehati-hatian dalam menyikapi batal tidaknya wudhu ini juga sangat penting ya Sahabat Ummi, karena akan mempengaruhi ibadah shalat kita. Semoga bermanfaat.

Sumber : ummi-online.com

x
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Buang Angin dari Vagina, Batalkah Wudhunya?

0 komentar:

Poskan Komentar