Informasi Dunia Islami

Sabtu, 04 Februari 2017

Inilah Gambaran dan Kejadian Bidadari di Surga

Kebanyakan orang menggambarkan
sosok bidadari sebagai sosok perempuan yang memiliki kecantikan fisik dan hati yang sempurna, dan bertempat tinggal di surga. 




Bidadari selalu identik dengan kesempurnaan. Membicarakan tentang sosok bidadari terkadang membawa ketenangan dan kesejukan tersendiri karena asik membayangkan kesempurnaannya. Lalu, bagaimana awal mula bidadari itu diciptakan? Beginilah kejadian bidadari di surga menurut agama Islam.


Tentang kejadian bidadari di surga, ada satu riwayat yang mengisahkannya. Dalam riwayat itu diterangkan, bahwa Allah telah menciptakan wajah bidadari surga dari 4 warna yaitu, putih, kuning, hijau dan merah. Sedangkan tubuh mereka tercipta dari empat wewangian yaitu, zafran, misik, kafur dan anbar. Dalam kisah bidadari surga ini, wewangian misik pada tubuh mereka dapat tercium dari jari-jari kaki mereka sampai ke lutut. Sedangkan wewangian zafran tercium dari lutut hingga ke payudaranya. Lalu, dari payudara ke lehernya tercium aroma wangi anbar. Dan dari leher hingga ke kepalanya adalah wangi kafur. Karena pada sekujur tubuhnya adalah harum, maka bila diibaratkan seorang bidadari meludah ke bumi, maka seluruh bumi akan tercium wangi bidadari surga.

Bidadari surga menurut Islam adalah bidadari yang memiliki suami. Dan nama suami mereka dan nama-nama yang dari Allah tertera pada dadanya. Pada sebelah tangan para bidadari surga terdapat 10 gelang yang terbuat dari emas. Sedangkan pada jari-jarinya terdapat 10 bentuk cincin yang telah dipasangkan oleh Allah sendiri kepada mereka. Tidak hanya tangannya saja, pada kedua kakinya juga terdapat 10 perhiasan yang terbuat dari mutiara dan permata yang terlihat bergitu berkilau.

Seperti Apakah Bidadari Surga? Inilah Gambarannya!
Rasulullah bersabda, bahwa jika seorang bidadari surga dihadirkan di dunia pasti ia akan menyinari langit dan bumi. Dan akan memenuhi jagat raya dengan wewangiannya yang harum semerbak, maka setiap orang yang melihatnya akan mengucapkan tahlil, takbir dan tasbih karena tertegun melihat kesempurnaanya. Bidadari surga adalah suci. Mereka tidak mengandung, beranak, haid, dan nifas, serta tidak kotor. Memandangnya akan sangat menggembirakan hati.

Berikut ini adalah gambaran bidadari surga menurut Islam:

• Fisik yang cantik dan sempurna
Digambarkan dalam Al-Qur’an, bidadari surga adalah seorang wanita muda yang cantik jelita. Wajahnya yang bersinar bahkan mampu meredupkan sinar matahari. Tudung yang dikenakannya pun adalah tudung yang paling bagus dan paling indah. Memiliki kulit yang putih bersih dengan mata hitamnya yang sangat indah. Pipi bidadari digambarkan seindah bunga mawar dan buah apel. Tubuh para bidadari surga padat seperti buah delima. Lekuk tubuhnya seperti sebuah pohon yang memiliki bentuk lekukan yang sempurna. Serta senyuman dan senandungnya yang mempesona lagi menyejukkan hati.

• Pemalu dan sopan
Allah telah memberikan sifat “menundukkan pandangan” pada bidadari-bidadari ciptaan-Nya. Makna menundukkan pandangan adalah pemalu dan sopan. Serta tutur kata yang halus dan lembut. Sesuai dengan firman Al-Qur’an yaitu bahwa di dalam surga terdapat bidadari-bidadari yang sopan dan menundukkan pandangannya dengan matanya yang cantik jelita. Dan mereka belum pernah tersentuh oleh manusia atau jin manapun. Oleh karena itu, banyak ahli tafsir yang menyimpulkan bahwa pandangan mata bidadari hanya tertuju pada suaminya saja. Begitu pula suaminya, hanya memandangnya saja, bukan yang lain. Bidadari surga bersifat penurut. Mereka akan taat bila disuruh. Dan bila ditinggal oleh suaminya, mereka akan senantiasa menjaga kesuciannya.

Demikianlah gambaran dan kejadian bidadari di surga. Kesempurnaannya sebagai sosok penghuni surga amat sangat mengagumkan. Dan dari situ manusia dapat melihat bahwa Allah Maha Sempurna, karena Ia menciptakan bidadari-bidadari surga-Nya dengan sangat indah dan sempurna.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Inilah Gambaran dan Kejadian Bidadari di Surga

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar