Informasi Dunia Islami

Senin, 27 Februari 2017

Jenis Kelamin Anak Adalah Ketentuan Allah, Bersyukurlah Atas Pemberian-Nya

x

x
anak laki-laki dan perempuan sama saja  yang
penting lahir sehat”.  Sering kita dengar ucapan seperti itu dari ibu hamil untuk menghibur diri.  Ya padahal mungkin dalam hatinya ia berujar, “tapi... kalau bisa sih laki-laki, Ya Allah. Biar ada jagoan selain bapaknya.  Anak saya empat-empatnya sudah perempuan. Pengen rasanya yang ini laki-laki.”






Atau bisa jadi kebalikannya, seorang ibu yang tengah hamil anak ke-3 harap-harap cemas menanti kelahirannya. “Mudah-mudahan saja yang ini perempuan ya Allah, biar kalau saya tua ada yang menemani. Saya agak capek ngurus anak laki yang saban hari lari-lari melulu kalau punya anak cewek kayaknya enak, bisa saya dandanin dan bikin hiburan. Rasanya kalau sudah sepasang teh ploooong ini hati. Udah stop deh bikin anak ” ceplosnya. Wah... wah...

Memang sih yang namanya keinginan wajar-wajar aja berharap demikian. Berbagai cara juga ditempuh pasangan suami istri dalam rangka mewujudkan keinginannya mendapat jenis kelamin anak laki-laki atau perempuan.

Dalam istilah kebidanan ada yang disebut metode shettles.  Menurut informasi metode ini memberi peluang keberhasilan lebih dari 75%. Dalam penerapannya metode ini memperhatikan waktu ovulasi seorang ibu.

Seperti diketahui, dari hasil penelitian Dr. Shettles, sperma terdiri atas 2 jenis kromosom gen yakni XX (wanita) dan XY (pria).  Kromosom XY ukuran spermanya lebih kecil, daya hidup lemah tapi sangat gesit dan lebih agresif bergerak menuju sel telur dibanding kromosom XX yang lebih besar.  Karenanya jika ingin punya anak laki-laki dokter menyarankan suami istri berhubungan di saat masa subur (terjadi ovulasi). Kalau ingin punya anak perempuan dilakukan 3 hari atau lebih sebelum ovulasi, karena sperma dengan kromosom XX bertahan hidup lebih lama.

Sahabat Ummi, yang namanya ikhtiar boleh-boleh saja dong, namanya juga usaha di dunia. Iya enggak? Akan tetapi kita juga harus tetap ingat bahwa hakikatnya penciptaan manusia berikut jenis kelaminnya adalah hak prerogatif Allah semata atau kehendak murni Dia sang Maha berkehandak segala sesuatu.

Jika diberi anak lelaki saja atau perempuan saja sudah pasti menurut pandangan Allah itu yang terbaik untuk kita.  Dalam Al Quran pun Allah SWT sudah menghibur manusia agar ikhlas terhadap takdir yang ditetapkan terkait jenis keturunannya ini.

Mari kita simak baik-baik QS. Asy-Syura ayat 49-50 berikut: “Milik Allah lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki.  Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa”

So… Sahabat Ummi, jangan merasa kenikmatan Allah SWT tidak lengkap hanya karena belum atau tidak mendapatkan sepasang anak laki-laki dan perempuan.  Astaghfirullah. Padahal kita semua meyakini bahwa hidup sudah diatur sedemikian rupa oleh-Nya.  Ini lah yang terbaik untukmu dan ini yang kurang cocok buatmu.  Betapa tegasnya Allah mengakhiri ayat di atas bahwa Ia Maha mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut.  Dia Maha kuasa menciptakan menurut ilmu-Nya.

Kita lihat contoh para Nabiyullah dalam kisah Al Quran, pun ada yang hanya punya anak perempuan seperti Nabi Luth AS dan Nabi Syuaib AS. Ada Nabi yang hanya punya anak lelaki seperti Nabi Ibrahim AS berputra Ismail dan Ishak. Nabi Yakub dengan 12 putranya. Ada pula Nabi yang dianugerahi anak laki-laki dan perempuan sekaligus seperti Nabi Muhammad SAW. Juga ada Nabi yang tak memiliki anak seperti Nabi Yahya. Padahal mungkin jika dipikir secara polos apa kekurangannya para Nabi yang shalih saat berdoa, pasti mereka lebih layak dikabulkan dibandingkan kita yang biasa-biasa saja.

Sahabat Ummi,  jika kita hanya diberi anak lelaki bersyukurlah. Insya Allah mereka para jagoan yang akan menjaga kita-ibunya kelak.  Ada yang mengatakan anak lelaki adalah milik ibunya. Nah jika kita hanya memiliki anak perempuan maka yakinlah akan hadits Rasulullah yang mengatakan bahwa “barang siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi tameng baginya di neraka (HR. Ahmad ,Bukhari, Turmudzi).

Rasulullah SAW menyebut ujian karena mengacu kondisi sosial masyarakat di zamannya  saat itu, di mana  kelahiran bayi perempuan  justru membuat kesedihan orang tuanya.  Bahkan ada yang nekat menguburnya hidup-hidup.

Dalam haditsnya yang lain beliau juga mensupport umatnya agar menjaga putri-putrinya dengan baik hingga dewasa dan menikahkannya. “Siapa yang menafkahi dua atau tiga anak perempuan atau saudaranya perempuan, hingga mereka menikah atau sampai dia mati,maka aku dan dia seperti dua jari ini.” Beliau berisyarat dengan dua jari; telunjuk dan jari tengah. (HR. Ahmad)

Nah Sahabat Ummi, bersyukurlah atas karunia anak yang Allah berikan kepada kita apa pun jenis kelaminnya dan berapapun jumlahnya. Karena anak adalah amanah besar.  Kita dititipin anak karena dipandang mampu oleh-Nya untuk merawat. Walaupun jika belum dititipi bukan berarti Allah memandangnya tidak mampu. Kadang banyak wanita yang tidak memiliki anak justru dengan kerinduan dan kecintaannya mereka lebih dekat dengan anak-anak.

x
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jenis Kelamin Anak Adalah Ketentuan Allah, Bersyukurlah Atas Pemberian-Nya

0 komentar:

Poskan Komentar