Informasi Dunia Islami

Jumat, 17 Februari 2017

TAK DISANGKA..!! Di Cina Ada Perawat Yang Tugasnya Menyusui, Namun yang Disusui Bukan Anak Kecil Melainkan Orang Dewasa. BACA SELENGKAPNYA..

x

x
Kita semua tau guys kalau di China itu memang
dikenal dengan cara hidup yang aneh dan bagi kita orang Indonesia terkesan absurd dan gak abnget. Salah satunya profesi “Perawat Basah”. Emang apa sih sebenernya pekerjaan para perawat ini.






Ternyata guys, mereka ini tugasnya adalah menyusui, bukan hanya anak anak, tapi juga orang dewasa guys!! Dan ternyata hal ini lagi Trend di China. Jadi pengen ke China nih :D

Perawat biasanya bertugas untuk merawat orang sakit guys, (ya iyalah namanya aja perawat). Beda dengan profesi perawat pada umumnya, perawat basah tugas utamanya adalah untuk menyusui. Dan yang bikin geleng kepala adalah jasa ini ditawarkan gak hanya untuk anak – anak, tetapi juga untuk orang dewasa guys.

Menurut perusahaan yang menyediakan jasa ini, yaitu perusahaan Xinxinyu Household Sevice Company yang ada di Guangdong, China ini menyatakan peningkatan terhadapap orang yang ingin menyewa jasa ini, ternyata bukan untuk anak – anak, tapi bagi mereka orang dewasa itu sendiri untuk dikonsumsi secara
pribadi.

Para klien bisa minum Asi langsung darisumbernya guys!!
Minum ASI udah jadi populer bagi kalangan orang kaya di China guys, dan juga bagi orang – orang yang memiliki tekanan kerja yang tinggi.

Bahkan ada yang menyewa para perawat basah ini bekerja dirumahnya selama sebulan agar selalu mendapatkan pasokan ASI segar setiap harinya guys!!

Menurut orang yang pernah menyewa jasa ini yang gak mau disebutin namanya, para perawat basah bisa disewa dengan biaya sekitar 10.000 sampai 20.000 Yuan yang kalau dirupiahin sekitar Rp. 16 juta sampai Rp. 32 juta guys!!.

Harga yang fantastis ini dianggap wajar oleh para klien yang pernah menyewa jasa ini, Dan ternyata jika perawat yang disewa itu masih muda dan berpenampilan menarik harganya bisa lebih mahal lagi, bahkan berkali – kali lipat guys!!

x
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

0 komentar:

Poskan Komentar