Informasi Dunia Islami

Kamis, 13 April 2017

Dasar Hukum Zakat Profesi

Sahabat, berikut kami berikan simulasi penghitungan zakat penghasilan:








Usman adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di Serang. Ia mempunyai seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Penghasilan per bulannya adalah Rp5.000.000


Baca:   Penjelasan Lengkap tentang Zakat Penghasilan yang Mesti Kita Tahu
Maka penjelasan perhitungan zakat penghasilan yang wajib ditunaikan oleh Usman adalah sebagai berikut:

Diketahui:

Pendapatan gaji per bulan Rp5.000.000
Nishab (batas harta wajib zakat) 522 kilogram beras @Rp7.000 = Rp3.654.000 (Nilai Rp7.000 bersifat relatif, tergantung harga beras per kilogram saat mengeluarkan zakat). Karena pendapatan Usman setiap bulannya mencapai nisab yang ditetapkan, maka Usman wajib mengelurkan zakat penghasilannya.
Rumus zakat = (2,5% x besar gaji per bulan)
Zakat yang harus ditunaikan adalah sebesar 2,5% x Rp5.000.000 = Rp125.000
Zakat penghasilan juga bisa diakumulasikan dalam satu tahun. Caranya, jumlah pendapatan berikut bonus dan lainnya dikalikan satu tahun kemudian apabila hasilnya mencapai nisab, selanjutnya dikalikan dengan kadar zakat.


Baca:   Apakah Anak Yatim Boleh Menerima Zakat? Ini Penjelasannya

Baca:   Kok Sulit Mengajak Orang Islam Berzakat? Padahal...

Baca:   Bolehkah Memberikan Zakat kepada Orangtua dan Kerabat?

Baca:   Sudah Mapan, Zakatnya Kapan?

Baca:   Siapa Sajakah yang Berhak Menerima Zakat? Ini Penjelasannya
Semoga bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Dasar Hukum Zakat Profesi

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar